Setelah 72 tahun, Harian Bernas Berhenti Cetak

000

Setelah 72 tahun, Harian Bernas akhirnya memutuskan berhenti terbit pada 1 Maret 2018. Harian Bernas menyapa pembacanya untuk terakhir kalinya pada Kamis (28/2/2018) hari ini.

Pemimpin Umum Harian Bernas, Fransisca Diwati menerangkan, tutupnya Harian Bernas edisi cetak merupakan upaya untuk merancang sebuah strategi baru. Pihaknya memersiapkan Bernas dengan konsep dan konfigurasi yang lebih milenial dan memiliki prospek menjanjikan. Sembari menunggu itu, pihak manajemen memilih bermigrasi dari cetak menjadi media digital dengan nama Bernas.id.

“Keputusan ini pasti mengguncang sebagian masyarakat yang sudah mengenal Harian Bernas sebagai media yang sempat mengalami masa kejayaan hingga jatuh bangun berjuang untuk terus bertahan tetap terbit hingga hari ini. Tetapi keputusan ini harus diambil. Karena kalau ditunda akan berakibat buruk bagi bisnis yang lain. Sehingga sudah menjadi keputusan bersama bahwa Rabu 28 Februari 2018 ini menjadi hari terakhir Harian Bernas cetak terbit,” ujar Fransisca saat dihubungi, Rabu (28/2).

Fransisca menerangkan, sebelum akhirnya memutuskan tidak lagi terbit, Harian Bernas sedikitnya sudah melakukan tiga kali perampingan dalam kurun waktu tiga tahun. Perampingan, kata Fransisca pernah dilakukan pada tahun 2015, 2017 dan tahun 2018.

“Media cetak hari ini biaya costnya tinggi. Harga kertas dan harga cetak tidak pernah turun. Dan sekarang orang yang membaca koran tidak banyak. Peminat media cetak mengalami penurunan. Jadi kami memilih menutup satu divisi (cetak) demi divisi lain (Bernas Property, Bernas Publishing, Bernas Training dan Bernas Event),” ungkap Fransisca.

Fransisca mengakui bahwa bisnis media cetak mengalami penurunan sejak beberapa tahun belakangan. Bahkan sudah ada beberapa media cetak yang sebelum Harian Bernas memutuskan untuk tak lagi terbit sudah lebih dahulu mengambil keputusan tersebut. Di luar Jawa banyak media cetak yang lebih dahulu tutup dibandingkan Harian Bernas.

“Terakhir kami mencetak 2.000 terbitan setiap hari. Kami sejak beberapa tahun terakhir membidik pangsa pembaca kami adalah kelas menengah ke atas. Kami mencoba terus berbenah dari waktu ke waktu. Tetapi memang ini keputusan bersama yang telah kami ambil,” tutur Fransisca.

Fransisca berharap ke depannya Harian Bernas masih bisa hadir lagi di tangan pembacanya dalam bentuk cetak. Saat ini, pihaknya tengah mencari cara untuk tetap bertahan. Meskipun untuk sementara Harian Bernas hanya akan menyapa pembaca setianya melalui laman Bernas.id.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang tak lelah memberikan dukungan, cinta, doa dan semangat kepada Harian Bernas. Selama matahari di atas sana masih bersinar, yakinlah harapan masih selalu ada di depan sana,” tutup Fransisca.

Harian Bernas pertama kali terbit pada tahun 1946 di Yogyakarta. Sepak terjang Harian Bernas banyak mewarnai kehidupan pers di Yogyakarta. Di antaranya adalah sosok wartawannya yang bernama Fuad Muhammad Syafrudin atau dikenal dengan Udin. Pada tahun 1996, Udin dibunuh oleh orang tak dikenal karena berita-berita yang ditulisnya di Harian Bernas. Hingga saat ini pembunuh Udin tak juga berhasil ditemukan. [noe]

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/setelah-72-tahun-harian-bernas-berhenti-cetak.html

Per Hari Ini Sabtu, 9 Mei 2026 WIB
Total Member: 7254